SELAMAT DATANG KE SITUS KAMI. SEMOGA ADA SESUATU YANG BERGUNA BAGI ANDA! TERIMA KASIH! - WELCOME TO OUR WEBSITE. PLEASE ENJOY YOUR VISIT. THANK YOU SO MUCH!

“Blue Atom”: Antivirus Made in Indonesia



Sebagai warga Indonesia, saya ikut berbangga karena banyak prestasi yang dicapai oleh begitu banyak anak bangsa ini. Salah satu di antara anak bangsa Indonesia yang punya prestasi istimewa, bahkan mungkin dapat dikatakan gemilang, adalah Alvin Leonardo. Sebagai seorang pelajar SMP Stella Maris, Surabaya, Alvin berhasil menciptakan sebuah antivirus berkapasitas 5, 5 MB, yang dia beri nama “Blue Atom”. Hebatnya lagi, antivirus ini mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap komputer serta “menggayang” habis ratusan virus yang telah menyerang komputer.

Setelah yakin antivirus buatannya bekerja maksimal, Alvin mendaftarkan buah karyanya di situs penyedia program komputer, Softpedia. Situs ini mengakui keandalan antivirus buatan Alvin. Karena itu, sejak dirilis beberapa waktu lalu, lebih dari tujuh ribu pemakai di seantero muka bumi mengunduh dan tentu saja menggunakan Blue Atom. Antivirus ini dapat diperoleh secara gratis di situs Softpedia (www.softpedia.com).

Sukses untuk Alvin dan maju terus putra-putri Indonesia tercinta!

======================

Peminat juga bisa langsung klik gambar di bawah ini:

EARN CASH FROM YOUR WEBSITE



src= "http://www.bigextracash.com/images/happy_affiliate.png" border= "0"
title= "Revenue from your website."
alt= "affiliate program" >

EARN CASH FROM YOUR WEBSITE

Turn your valuable website visitors into income.
Work online and join our free money making affiliate program.
We offer the most payment rate to help increase your
revenue stream.

Join our cash making program absolutely no charge and 100% risk free.

Sign Up…

0 (ZERO) INVESTMENT PROGRAM

We created this earning money system
specifically for NO COST methods,
to make hundreds, if not millions of dollars, without spending something.

A constant income generator

Imagine running of a something that never failed to generate
cash-flow.
A money earn system
so amazingly profitable that you never had to look for job ever again!

Mountain a steady stream of income

Our money earn system
helps you to generate a steady stream
of income, 24 hours a day, 7 days a week, 365 days a year.
Giving you more time to focus on the things you love.
You’ll even receive cash while you not working!

Bruce Shilander I Super Affiliate Bruce Shilander-Super Affiliate-Austin,Texas-USA

Bunda Maria, Ratu Rosario Suci



Paus Santo Pius V menetapkan pesta Bunda Maria, Ratu Rosario Suci ini pada 1573. Tujuan pesta ini adalah untuk mengucap syukur dan terima kepada Allah berkenaan dengan kemenangan orang-orang Kristen atas orang-orang Turki dalam pertempuan di Lepanto — suatu kemenangan

Patung Bunda Maria di salah satu gua di Labuanbajo, Mabar

Patung Bunda Maria di salah satu tempa ziarah di Labuanbajo, Mabar

yang dikaitkan langsung dengan pendarasan doa Rosario. Paus Klemens XI kemudian memperluas pesta ini menjadi pesta Gereja universal (sedunia) pada 1716.

Perkembangan doa Rosario melewati rentang sejarah yang panjang. Pertama, sebuah praktik pendarasan 150 doa Bapa Kami menurut jumlah 150 Mazmur. Kemudian, praktik yang mirip juga dilakukan dalam pendarasan 150 doa Salam Maria. Segera sebuah peristiwa kehidupan Tuhan Yesus dikaitkan dengan setiap Salam Maria. Kendati pemberian Rosario oleh Bunda Maria kepada St. Dominikus diakui bukanlah sebuah peristiwa sejarah, perkembangan bentuk doa ini tidak terlepas dari jasa para pengikut St. Dominikus. Salah seorang di antara mereka, Beato Alan de la Roche, dikenal sebagai “Rasul Rosario.” Dia mendirikan Persaudaraan Rosario pertama pada Abad 15. Pada Abad 16 doa Rosario dikembangkan bentuknya menjadi seperti yang kita gunakan hingga kini — dengan 15 peristiwa (Gembira, Sedih, dan Mulia). Pada 2002, Paus Yohanes Paulus II menambahkan Peristiwa-peristiwa Cahaya kepada doa Rosario.

***

Komentar singkat:

Doa rosario bertujuan membantu kita untuk merenungkan peristiwa-peristiwa agung keselamatan kita. Paus Pius XII menyebut doa Rosario sebagai rangkuman Injil. Pusat perhatian utama adalah Tuhan Yesus — kelahiran, kehidupan, wafat, dan kebangkitan-Nya. Doa Bapa Kami mengingatkan kita bahwa Allah, Bapa Tuhan Yesus, adalah pemrakarsa penyelamatan kita umat manusia. Doa Salam Maria mengingatkan kita untuk bergabung dengan sukacita Bunda Maria di dalam merenungkan peristiwa-peristiwa ini. Doa salam Maria juga membuat kita sadar bahwa Bunda Maria dahulu dan sekarang bersatu dengan Putranya dalam semua peristiwa kehidupan-Nya di atas dunia dan dalam kemuliaan-Nya di surga. Doa Kemuliaan kepada Bapa mengingatkan kita bahwa tujuan seluruh hidup adalah Allah Tritunggal.

Doa Rosario menarik banyak orang. Doa itu bersahaja. Pengulangan yang tetap atas kata-kata yang sama membantu kita menciptakan suasana bagi kita untuk merenungkan dan mengkontemplasikan peristiwa-peristiwa atau rahasia-rahasia Allah. Kita merasakan bahwa Tuhan Yesus dan Bunda Maria ada bersama dengan kita dalam suka-duka kehidupan kita. Kita pun bertumbuh dalam pengharapan bahwa Allah mengantar kita untuk mengambil bagian di dalam sukacita Tuhan Yesus dan Bunda Maria selama-lamanya.

***

Kutipan:

“[Doa rosario] menyatakan peristiwa Kristus di dalam caranya yang sesungguhnya sebagaimana dilihat oleh St. Paulus di dalam ‘kidung’ yang  terkenal dari Surat kepada Umat di Filipi — kenosis [pengosongan-diri], kematian dan kemuliaan (2:6-11)… . Menurut hakikatnya pendarasan doa Rosario mengundang sebuah ritme yang tenang dan kecepatan yang tetap, sambil membantu orang untuk merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Tuhan sebagaimana dipahami hati dia [Bunda Maria] yang lebih dekat dengan Tuhan daripada semua yang lainnya” (Paul VI, Devosi kepada Santa Perawan Maria, 45, 47).

Catatan Tambahan: Informasi singkat mengenai “Sejarah Doa Rosario” dapat ditemukan di dalam buku George Madore, SMM, ROSARIO: Menatap untuk Menjadi Serupa, Penerbit OBOR, Jakarta.

Formulir Pernyataan Keanggotaan ISBN



Teman-teman dan para pembaca terhormat,

Melalui tulisan ini saya hendak membagikan kepada Anda informasi kecil mengenai salah satu hal yang mesti dilakukan ketika Anda mengurus permohonan menjadi anggota ISBN di Perpustakaan Nasional, Jakarta, yakni pengisian Formulir Pernyataan kesediaan Anda untuk menjadi anggota ISBN. Biasanya formulir itu disediakan oleh pihak pengelola ISBN. Ketika mengurus permohonan untuk mendapatkan ISBN, petugas ISBN akan menyerahkan formulir tersebut kepada Anda untuk diisi. Namun, baik juga kalau Anda lebih dahulu mempersiapkan Surat Pernyataan itu sehingga urusan di Perpustakaan Nasional akan semakin cepat. Ya … kalau agak ramai mungkin bisa setengah jam atau malah lebih, tetapi pada saat sepi… Anda cuma perlu menghabiskan waktu di ruangan itu tidak lebih dari 15 menit. Nah, ini dia contoh Formulir yang saya maksudkan. Semoga bermanfaat!

SURAT PERNYATAAN

Dengan surat pernyataan ini kami,

1. Penerbit                           :

2. Alamat Penerbit                :

3. Nama Penanggung jawab  :

menyatakan bersedia ikut mengambil bagian di dalam sistem ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan). Demikian agar badan yang bertanggung jawab menangani masalah ini menjadi maklum.

Surat pernyataan ini kami sampaikan kepada PERPUSTAKAAN NASIONAL RI, Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624 Jakarta 10002, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ilmiah ISBN.

(tempat penerbitan Anda) ………, (tanggal, bulan, tahun)


………………………………..

(Nama jelas dan Tandatangan Penanggungjawab/Anda serta Stempel Penerbit)

Informasi tambahan, jika tempat tinggal Anda terlalu jauh, misalnya, Anda berada di luar Jawa, urusan ini dapat Anda delegasikan kepada seorang teman yang bertempat tinggal di Jakarta. Yang penting adalah semua dokumen telah disediakan dan Surat Pernyataan tersebut telah ditandatangani. Atau pilihan lainnya, Anda menyiapkan semua perlengkapan administratif yang diperlukan dan membayar biaya pengurusan ISBN melalui Rekening Bank atas nama Perpustakaan Nasional, kemudian mengirim semua dokumen melalui faksimili ke Perpustakaan Nasional. Setelah dokumen terkirim, sebaiknya Anda menanyakan lebih lanjut soal permohonan Anda kepada petugas ISBN melalui telepon Perpustakaan Nasional.

Demikian informasi untuk Anda, teman-teman. Selamat mencoba dan sukses!!!!

cara mudah dan murah membuat website

Ke Mana Bangsa Ini Sedang Melangkah?



Aneka persoalan datang silih berganti, seakan-akan tiada habis-habis. Masalah domestik bertumpuk, penyelesaian tidak jelas. Bersamaan dengan itu, negara tetangga menggunakan cela “kelemahan” INDONESIA yang begitu banyak tiada berhenti menggunakan kesempatan. Ya, memancing di air keruh! Itu ungkapan yang paling tepat bagi segala upaya bangsa malaysia mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari kelemahan bangsa Indonesia.

Urusan diplomatik internasional dan segala tetek-bengeknya menyangkut persoalan penangkapan dan perlakukan atas tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh polisi laut malaysia belum kunjung usai, kini muncul lagi persoalan baru! Beberapa kapal nelayan malaysia mencuri ikan-ikan di wilayah laut INDONESIA untuk kemudian dibawa pulang ke malaysia. Patroli Angkatan Laut telah menangkap para pencuri yang berasal dari bangsa dengan sebutan manis “bangsa serumpun” itu! Namun, sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan dan menyedihkan adalah bahwa sebagian besar pencuri itu adalah warga negara INDONESIA atau warga negara malaysia yang “berpura-pura” sebagai warga negara INDONESIA. Sungguh menyedihkan! Warga negara INDONESIA disuruh mencuri harta bangsanya sendiri. Jauh-jauh datang dari INDONESIA … hanya untuk jadi pencuri hasil laut INDONESIA untuk menggendutkan perut ekonomi orang malaysia.

Mencermati aneka peristiwa yang secara langsung merongrong kedaulatan bangsa dan negara ini, saya secara pribadi merasa sangat risau, sedih, dan galau. Adakah Pemerintah kita yang didukung oleh lebih dari setengah rakyat INDONESIA ini  mampu dan berani untuk bersikap tegas? Ada macam-macam interpretasi atas situasi ini. Pertama, apakah sikap Pemerintah sungguh-sungguh arif atau malah sebaliknya sebuah sikap yang “terlampau bijaksana” yang menyebabkan pihak asing meremehkan bangsa kita. Kedua, Pemerintah terlampau takut untuk bersikap tegas lantaran INDONESIA adalah bangsa “serumpun” dengan malaysia.  Ketiga, menjaga perdamaian regional Asia Tenggara adalah sebuah kewajiban bagi INDONESIA, tetapi apakah sikap itu dapat sekaligus juga membenarkan rongrongan, pelecehan bangsa lain atas kedaulatan bangsa dan negara kita?!

Saya bukanlah siapa-siapa. Saya cuma seorang warga biasa. Namun, kenyataan getir yang dapat saya lihat dan saya dengar sungguh mengusik kesadaranku sebagai warga bangsa ini. Banyak warga bangsa INDONESIA terpaksa menjadi babu di malaysia karena negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Mengapa demikian? Ya, tidak lain … karena terlalu banyak uang APBN, APBD, dan aneka dana lainnya, yang disalahgunakan. Terlalu banyak koruptor yang mengelola negara ini sehingga keuangan negara pun digunakan untuk mengisi kantong pribadi. Begitu banyak politisi yang suka cari nama, cari kedudukan, cari popularitas tanpa malu-malu dengan alasan yang sangat mulia. Misalnya, “Kita ini hidup di alam demokrasi sehingga bisa omong apa saja!” Sungguh memalukan!!! Kalau bangsa INDONESIA disebut sebagai bangsa babu, bangsa korup, dll. … kebenaran “cap” itu dapat dibuktikan. Para koruptor dapat dibebaskan dengan menggunakan cela-cela hukum. Wah,wah, wah … hebat dan bijaksana benar para pemimpin bangsaku ini.

Saya sungguh terjebak di dalam kesedihan dan kekecewaanku sendiri dan cuma bisa terus bertanya … ke mana ya bangsa ini sedang berjalan jika para pemimpinnya adalah penakut?! Di manakah semangat BUNG KARNO dan BUNG HATTA dan para pejuang kemerdekaan bangsa INDONESIA ini?? Para Bapa Bangsa, maafkan kami jika kami kehilangan semangat patriotikmu, cintamu yang berkobar-kobar akan tanah air, Ibu Pertiwi ini, karena kami lebih takut kehilangan kekuasaan dan popularitas kami. Kami juga terlalu takut kehilangan persahabatan dengan tetangga, yang begitu rajin menggunakan istilah pemanis bibir … “bangsa serumpun” … kendati kami harus terus menahan kegeraman karena terus diinjak-injak dan dihina!!!!

Santo Pius X: Lahir Sebagai Orang Miskin, Hidup Miskin, dan Mau Mati sebagai Orang Miskin



Hari ini Gereja Katolik memperingati salah seorang tokoh penting di dalam perjalanan ziarah iman. Dialah Santo Pius X, yang dilahirkan dengan nama Guissepe Melchiore Sarto. Dia lahir sebagai putra kedua dari 10 bersaudara dari sebuah keluarga petani miskin.

Ketika remaja, Sarto belajar di sekolah pendidikan calon imam hingga ditahbiskan sebagai imam dan ditugaskan sebagai kepala sebuah paroki. Selama beberapa tahun dia memimpin umat di parokinya dengan penuh kesetiaan. Kemudian dia diangkat sebagai uskup. Sebagai uskup dia membuat begitu banyak perubahan dalam kehidupan iman umat di keuskupannya. Kondisi iman umat yang kacau-balau akibat pelbagai persoalan sosial menjadi pokok perhatiannya. Katekese umat digerakkan. Hasilnya, terjadilah perubahan dalam penghayatan kehidupan iman Katolik. Hubungan antara Gereja dan negara pun mengalami perbaikan.

“Prestasi” Uskup Sarto menarik perhatian Paus Leo XIII. Dia pun diangkat menjadi batrik Venisia dan kemudian diangkat menjadi Kardinal. Ketika Paus Leo XIII wafat, para Kardinal yang mengikuti Konklav di Vatikan memilih Kardinal Sarto menjadi Paus. Semula dia menolak tetapi kemudian dia menerima hasil pemilihan itu dan memilih nama Pius X.

Dalam masa kepemimpinan Pius X ada banyak perubahan di dalam kehidupan menggereja. Setidaknya ada beberapa hal yang menonjol, seperti, anjuran agar umat Katolik lebih sering menerima Komuni Kudus, bahkan setiap hari, pemberian Komuni Kudus kepada anak remaja, perubahan dalam tata liturgi. Namun, ada hal lain yang mungkin dapat disebut sebagai “kelemahan” Pius X, yakni “kecurigaannya” terhadap keterlibatan umat dalam gerakan-gerakan sosial-politik, juga kutukan terhadap “gerakan modernisme”.

Menjelang ajal, Pius X menulis surat wasiat. Surat wasit itu seakan menyibak “kesejatian dirinya”. Dia menulis, “Aku telah lahir sebagai orang miskin, hidup miskin, dan aku mau mati sebagai orang miskin.” Tak lama setelah Pius X wafat, muncul begitu banyak dukungan agar Almarhum dapat segera diangkat sebagai “orang kudus” (Santo).

Keutamaan-keutamaan hidup, seperti, kesederhanaan, kerendahan hati, dan ketegasannya sebagai Pemimpin Gereja Katolik membuat Santo Pius X pantas menjadi tokoh teladan penghayatan iman Katolik, dan khususnya sebagai inspirasi bagi para pemimpin Gereja.

Santo Pius X, doakanlah kami. Amin.

Do Penguins Fly?



I just saw an animation video entitled “do penguins fly?” For me it’s really an interesting and inspiring animation. Would you please to check it out?

do penguins fly?

New Site!



Dear friends,

Because of any reasons, our first website lost last week. Right now we can start a new website without some posts published at the first one. We hope that by this new website we are still able to share some ideas and dreams about our village with you and all the visitors.

So, friends and visitors, see you at our next posts.

Admin

Pernyataan Pers Para Wakil Rakyat di Senayan dan Para Aktivis Sosial



Catatan pengantar:


Teman-teman dan para pembaca,

beberapa waktu silam saya mendapatkan kiriman sebuah berita mengenai tanggapan sejumlah wakil rakyat dan para aktivis mengenai situasi aktual di dalam masyarakat kita, terutama menyangkut aneka tindakan yang mengatasnamakan agama tertentu. Mengingat tanggapan ini penting bagi kehidupan kita bersama sebagai sebuah bangsa, saya sengaja menerbitkan kiriman teman tersebut di sini. Semoga berita ini berguna untuk menggugah kesadaran dan tanggung jawab bersama kita semua sebagai sebuah bangsa yang berlandaskan PANCASILA. Berikut ini bunyi pernyataan tersebut selengkapnya!

KAUKUS PANCASILA PARLEMEN

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT – DEWAN PERWAKILAN DAERAH

REPUBLIK INDONESIA

Memprihatinkan:

  • meningkatnya kecenderungan tindakan premanisme oleh “gerombolan berjubah” yang cenderung mengklaim diri paling benar dalam beragama, bercirikan mengganggu ketertiban umum, main hakim sendiri, menggunakan kekerasan, adalah tidak sejalan dengan prinsip Negara berdasar Konstitusi.
  • Sikap Polisi yang acuh dan melakukan pembiaran terhadap tindakan mereka berbuah teror dan mengganggu kelompok masyarakat lain merupakan tindakan diskriminasi dan opresi, adalah merupakan pelanggaran hukum.

Maka, Kaukus Pancasila Parlemen RI dan beberapa kelompok masyarakat pro kebhinekaan Indonesia menuntut:

1)      Presiden, sebagai kepala pemerintahan untuk bertindak tegas dan membuktikan pernyataannya bahwa Negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan yang ditunjukkan oleh FPI maupun yang lainnya. Sepatutnya Presiden memerintahkan penegakkan hukum terutama kepolisian untuk menindak tegas para pelaku kekerasan dari FPI dan sejenis dimanapun dan kepada siapapun.

2)      Kapolri, agar menghentikan tindakan pembiaran oleh aparat Polisi terhadap aksi kekerasan gerombolan-gerombol an “preman berjubah” terhadap kelompok masyarakat lainnya terutama dalam kaitan kebebasan beribadah dan berkumpul warga negara.

3)      Kapolri dan TNI serta Pemerintah untuk mempertanggungjawab kan kebijakan membidani dan membesarkan FPI, namun tidak mampu membina, mengkontrol sehingga menjadi organisasi yang cenderung main hakim sendiri secara massal bahkan mempermalukan Negara di forum-forum HAM internasional akibat berbagai tindakan brutal gerombolan ini.

4)      Kepada para korban dari tindakan-tindakan pemanisme FPI, dihimbau untuk memberikan laporan kepada kepolisian guna meminta kasus-kasus mereka untuk ditindaklanjuti sehingga Pengadilan mempunyai alasan untuk menjadikan FPI sebagai organisasi terlarang. 

5)      Kepada DPR agar menyatakan kecaman dan protes terhadap tindak kekerasan FPI dan kepada Polisi yang membiarkan tindakan main hakim sendiri yang mereka lakukan kepada 3 anggota Komisi IX yang sedang melakukan tugas konstitusionalnya di Banyuwangi baru-baru ini.

Jakarta, 28 Juni 2010

1.      Bambang Soesatyo – Fraksi Partai Golkar

2.      Hetifah – Fraksi Partai Golkar

3.      Eva K Sundari –Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

4.      Indah Kurnia – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

5.      Dolfie OF Palit – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

6.      Ian Siagian – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

7.      Arif Budimanta – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

8.      Budiman Sujatmiko – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI

9.      Ana Muawammah – Fraksi Kebangkitan Bangsa

10.  Hanif Dhakiri – Fraksi Kebangkitan Bangsa

11.  Abdul Hamid Wahid – Fraksi Kebangkitan Bangsa

12.  Akbar Faisal – Fraksi Hanura

13.  Ulil Abshar – Partai Demokrat

14.  GHR Ratu Hemas – DPD DIY

15.  I Wayan Sudirta – DPD Bali

16.  Lerry Mboik – DPD NTT

17.  Emmanuel Babu Eha – DPD NTT

18.  Abraham Liyanto – DPD NTT

19.  Tonny Tesar – DPD Papua

20.  Eni Khairani – DPD Bengkulu

21.  Nia Syarifudin – Aliansi Bhineka Tunggal Ika (ANBTI)

22.  Nong Darol Mahmada – Freedom Institute

23.  Anick Ummah - Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

24.  Johannes Haryanto – - Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

25.  Martin Manurung – National Democrat

26.  Benny Susetyo – Setara Institute

27.  Trisno S Sutanto – MADIA

28.  Amanda Suharnoto – MADIA

29.  Eko Prananto – MADIA

30.  AAGN Ari Dwipayana – Fisipol UGM

31.  Fajar Riza Ul Haq – Maarif Institute

32.  Ahmad Suedy – Wahid Institute

33.  Gomar Gultom – PGI

34.  Indria Fernida – Kontras

35.  Uli Van Sihombing –

36.  Judianto Simanjuntak – Ut Omnes Unum Sint Institute

37.  Saor Siagian – Tim Pembela Kebebasan Beragama

38.  Ajeng – Yappika, Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3)

“Kunjungan Kegembalaan Mgr. Hubertus Leteng ke Lokasi Tambang di Reok”



Kemarin, Senin (26/7), di dalam “status” situs jaringan sosial facebook, Rm. Laurens Sopang, Pr., membuat sebuah catatan dan dilengkapi dengan beberapa buah foto. Bagi saya, catatan tersebut menjadi sebuah kabar menggembirakan sekaligus mengejutkan. Bapa Uskup Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, Mgr. Hubertus Leteng, bersama-sama dengan pejabat Keuskupan Ruteng, pejuang keadilan dan keutuhan ciptaan serta sekelompok masyarakat langsung datang ke lokasi tambang mangan di wilayah Reok, bagian utara Kabupaten Manggarai, Flores. Di lokasi tambang sebuah spanduk besar dibentangkan. Pada spanduk tertera tulisan ukuran besar “SELAMAT DATANG YANG MULIA BAPA USKUP RUTENG. MGR. HUBERTUS, PR DI LOKASI PENGHANCURAN TERPIMPIN HUTAN LINDUNG …”. Bapa Uskup bersama dengan semua yang hadir berdiri di balik spanduk dan memegang spanduk seakan-akan menyampaikan dengan tegas sebuah pesan … “Lihatlah kenyataan alam yang telah hancur ini…!”

Ketika membaca catatan Vikjen Keuskupan Ruteng itu dan melihat foto-foto yang ditampilkan, saya langsung teringat akan pandangan sekilas saat terakhir saya melintas wilayah tersebut Oktober 2009 untuk kesekian kalinya. Pertama kali saya berkunjung ke daerah itu awal 2000 untuk tujuan ziarah dan rekreasi. Saat itu tambang sudah ada tetapi lokasi eksploitasinya masih sangat terbatas. Kondisi bukit yang cukup tinggi masih tampak hijau, asri, menyejukkan. Namun, ketika berkunjung lagi tahun silam, saya sungguh terkejut menyaksikan kerusakan hutan dan alam di sekitarnya. Jalan di pantai, yang semula agak sempit, telah diperlebar dengan cara pengurukan bibir pantai. Akibatnya, sebagian hutan bakau telah hilang. Ironisnya, di sekitar lokasi pengurukan, di bibir pantai dekat kapel Torongbesi, masyarakat sedang berupaya menanam pohon bakau untuk mengurangi dampak abrasi pantai. Nah, selain itu, untuk meratakan jalan ke lokasi tambang, perusahaan dengan mudahnya menggursur pasir pantai.

Pemandangan di pantai dan bukit sungguh menyesakkan dada, menyedihkan. Bukit-bukit yang sebelumnya hijau menyejukkan kini telah berubah menjadi bukit pasri dan debu yang kemudian beterbangan bersamaan dengan kendaraan-kendaraan berat yang terus menggerus dengan ganas tanpa ampun. Bukit digerus, hasilnya diangkut. Beberapa buah dump tack terus-menerus lalu-lalang, meraung-raung membawa hasil tambang, yakni mangan, ke pelabuhan pengangkutan, yang terletak cukup dekat dengan lokasi tambang. Di sana sudah menanti operator pemrosesan mangan sebelum dibawa keluar dengan tongkang yang selalu siap di tempat.

Kini, bumi, tana ata Rego, yang memberikan kehidupan kepada masyarakat telah dihancurkan, diluluhlantakkan, meranggas, merana. Demi apa semuanya ini dikorbankan? Ya, demi sebuah cita-cita mulia: peningkatan Pendapatan Asli Daerah, yang menurut orang-orang yang berkuasa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apakah benar demikian? Tujuan ini masih perlu diuji kebenarannya! Ujian yang paling mudah atas “klaim” ini adalah kondisi yang secara kasat mata dapat langsung kita saksikan. Tidak ada fasilitas yang membuat masyarakat menjadi lebih sejahtera. Maka, pesannya jelas bahwa masyarakat sama sekali tidak menikmati hasil tambang itu.

Mari kita perhatikan dengan saksama kondisi masyarakat di sekitar lokasi tambang! Bagaimana kehidupan mereka? Apakah ada perubahan nyata menjadi lebih baik taraf kehidupan mereka? Padahal sebuah perusahaan yang kredibel mempunyai tanggung jawab social. Mengenai tanggung jawab sosial ini, World Business Council for Sustainable Development menyatakan bahwa CSR (Corporate Social Responsibility) “merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.”[1]

Berangkat dari pengertian sederhana ini, mari kita mengajukan pertanyaan ini: apakah perusahaan itu juga mempunyai komitmen atas tanggung jawab sosialnya? Jawabannya jelas punya karena tidak ada perubahan apapun dalam kehidupan masyarakat! Perusahaan tambang tersebut tidak punya tanggung jawab sosial. Mereka adalah investor berhati gelap segelap warna mangan, tetapi mata duitan, sehingga urusan mereka adalah keuntungan. Tanggung jawab sosial terhadap masyarakat justru akan mengurangi keuntungan mereka. Bagi mereka berlaku pertanyaan yang pernah diajukan oleh seorang ahli Taurat kepada Tuhan Yesus dahulu, “… siapakah sesamaku manusia? (Lukas  10: 29) atau pertanyaan “pura-pura bodoh“ Kain kepada Yahweh, Apakah aku penjaga adikku?” (Kej 4: 9)

Lantas apa yang dinikmati oleh masyarakat Reok, khususnya yang berada di sekitar lokasi tambang tersebut? Masyarakat kebanyakan terpaksa hanya “menikmati” akibat negatif pertambangan, yakni debu-debu mangan yang dalam waktu lama akan menimbulkan pelbagai penyakit, terutama yang menyangkut pernapasan. Akibat lainnya adalah kerusakan ekologis dan ekonomis. Dampak ekologis jelas! Wilayah pantai yang sangat panas akan semakin panas karena sebagian hutan yang “bertugas” menyerap karbondioksida telah dihancurkan. Dampak ekonomisnya adalah kesulitan masyarakat untuk mencari kayu bakar untuk dijual. Mereka juga sulit untuk mendapatkan hewan buruan karena wilayah tambang telah menjadi areal tertutup, hanya bagi operator dan buruh perusahaan tambang. Ini cuma satu contoh kecil!

Oleh karena itu, ketika membaca kabar tersebut, saya merasa cukup terhibur. Harapan akan keutuhan alam yang semestinya dijaga dan dipelihara seakan bangkit kembali. Kemunculan Bapa Uskup Ruteng di lokasi tambang menjadi sebuah simbol yang sarat makna bahwa suara profetis Gereja mesti sungguh nyata di dalam tindakan, tidak hanya dalam homili, kotbah, renungan dari atas mimbar. Ketidakadilan yang terjadi, kehancuran alam yang radikal, proses pemiskinan masyarakat lokal, dan segala akibat lainnya kehadiran tambang tidak dapat dibiarkan. Masyarakat memang sangat membutuhkan perubahan dan peningkatan kesejahteraan hidup mereka. Namun, cita-cita mulia ini tidak dapat dikejar dan diperjuangkan dengan “menghalalkan segala cara”, termasuk dengan “membunuh ibu yang menghidupkan mereka”.

Masyarakat lokal tidak mempunyai kemampuan sekaligus tidak ingin bertindak beringas seperti para pemilik modal yang rakus itu. Masyarakat cuma mengambil yang perlu untuk kehidupan mereka. Namun, perusahaan tambang berani merusak alam, mengeruk isi perut bumi dan pergi dengan segepok keuntungan dan kemudian meninggalkan masyarakat lokal. Masyarakat lokal pun dibiarkan merana sedih karena ibu mereka telah “diperkosa dan dibunuh” secara sadis oleh orang-orang asing dan “orang-orang yang mengasingkan dirinya dari lingkungan masyarakatnya sendiri demi uang dan kekuasaan”.

Ada beberapa harapan yang muncul dari peristiwa “kunjungan Mgr. Hubertus Leteng ke lokasi tambang” di Torongbesi itu. Pertama, peristiwa ini mengundang dan menggugah hati segenap lapisan masyarakat juga para pemangku jabatan pemerintahan untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan-kebijakan yang diambil telah sungguh mendukung perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, keselamatan dan keseimbangan lingkungan hidup adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, agaknya ganjil, aneh, dan mungkin juga nyleneh, kalau di seluruh penjuru dunia, masyarakat berteriak-teriak meminta perhatian terhadap keselamatan hutan dan seluruh lingkungan hidup untuk mengurangi efek pemanasan bumi, kita malah bertindak sebaliknya. Keempat, berkenaan dengan perayaan Kemerdekaan bangsa kita, baiklah seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemegang kekuasaan untuk berefleksi … bagaimana efek penggunaan kekuasaan mereka terhadap kehidupan masyarakat dan misi masyarakat dunia?


[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan, diakses dari G. Kencana 8-10 Bandung, Selasa, 27 Juli 2010, jam 14.06 WIB.

Return top

For a Better World!

Dear friends and visitors, welcome to our website "Putra Paulundu" which means "a son of Paulundu". By this website, we are going to share with as many people as possible "the wealth of traditions" of our village and many other things. So, friends and visitors, please keep in contact with us... Here at www.putrapaulundu.co.cc/. The aim of this website is making this world better by sharing good things with many others people from all over the world.
 

Videos, Slideshows and Podcasts by Cincopa Wordpress Plugin